KARAWANG – Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Bagi Dr. H. Iwan Rasiwan, S.H., M.H., manfaat justru bisa diberikan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan warga.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian sekaligus akademisi, Iwan menyempatkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar membaca Iqro di Mushola Nurul Hasanah, Kecamatan Karawang Timur.

Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan terbuka bagi anak-anak di lingkungan sekitar, mulai dari usia dini hingga remaja.

Dari Mushola Menjadi Ruang Belajar Anak

Mushola Nurul Hasanah tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah. Dalam kegiatan tersebut, tempat tersebut juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal huruf-huruf Al-Qur’an.

Suasana belajar dibuat sederhana. Iwan duduk bersama anak-anak dan membantu mereka membaca Iqro sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga tersebut membuat anak-anak dapat belajar dalam suasana yang lebih santai dan familiar.

Polisi dan Dosen yang Turun Langsung ke Masyarakat

Bagi Iwan, mengajarkan Iqro bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Ada tujuan yang lebih luas, yakni membantu memberikan pembinaan keagamaan sekaligus menanamkan nilai positif kepada anak-anak sejak usia dini.

Sebagai akademisi, ia juga melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, ilmu dan pengetahuan yang dimiliki tidak hanya dapat digunakan dalam lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Membantu Anak Mengisi Waktu dengan Kegiatan Positif

Kegiatan belajar Iqro mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Para orang tua merasa terbantu karena anak-anak memiliki kegiatan yang positif sekaligus mendapatkan kesempatan untuk belajar agama.

Kehadiran kegiatan tersebut juga membuat mushola memiliki fungsi sosial yang lebih luas. Selain sebagai tempat ibadah, mushola menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Bagi anak-anak, kegiatan belajar bersama juga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dilakukan bersama teman-teman di lingkungan mereka sendiri.

Pengabdian Bisa Dimulai dari Hal Sederhana

Iwan memandang pengabdian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan berskala besar.

Meluangkan waktu untuk mengajarkan ilmu kepada anak-anak juga dapat menjadi bentuk kepedulian yang manfaatnya dirasakan secara langsung.

Dalam konteksnya sebagai anggota kepolisian, kepedulian kepada masyarakat dapat hadir melalui pelayanan dan keteladanan. Sementara sebagai akademisi, pengabdian menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Menanamkan Nilai Sejak Usia Dini

Belajar membaca Iqro menjadi salah satu langkah awal bagi anak-anak untuk mengenal Al-Qur’an. Namun kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan belajar dan mengenalkan nilai-nilai positif sejak usia dini.

Di Mushola Nurul Hasanah, aktivitas sederhana tersebut mempertemukan seorang polisi sekaligus dosen dengan anak-anak di lingkungan sekitar.

Dari kegiatan rutin itu, tumbuh sebuah ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan sosok yang hadir langsung di tengah mereka.

Bagi warga, kehadiran Iwan menjadi contoh bahwa pengabdian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, dengan cara sederhana, tetapi memberikan manfaat nyata bagi orang lain.